RSS

Jalan – Jalan ke India

23 Feb

Perjalanan ke India bulan Oktober Tahun 2010.

Bulan Oktober sangat cocok bepergian ke India karena musim moonson (hujan yang sering mengakibatkan banjir) sudah berlalu. Cuaca sangat mendukung bagi pengunjung dari negri tropis.

Travelling ke India ?  tak pernah terpikirkan, keinginan biasanya ingin pergi ke negara-negara maju seperti Eropa yang komplit dengan kemajuan teknologi, seni dan budaya tua yang sangat indah. Tapi berhubung “virus” AirAsia dengan promo penerbangan yang murah sudah menginfeksi…. sekalian ambil kesempatan ini menjelajah negrinya Amir Khan & Rani Mukherji yang cakep :)

Rute Perjalanan : Medan – Kuala Lumpur – Kolkata – Varanasi – Agra – New Delhi – Kuala Lumpur – Medan

Jadwal perjalanan : 17 – 26 Oktober 2010

Persiapan :

  1. Tiket Pesawat pp
  2. Bookingan Hotel/penginapan
    Booking di http://www.hostelworld.com dan http://www.hostelbookers.com
  3. Paspor + Visa
    Visa kami urus di konsulat India di Medan. Pagi hari berkas masuk, sorenya visa sudah keluar sekalian pembayaran. Syarat-syarat urus visa ada di web kedutaan India http://indianembassyjakarta.com/visa_types.html seperti : Tiket pp, fotocopy tabungan, bookingan penginapan, pas photo, fotocopy KTP dan Fotocopy kartu keluarga. Dua syarat terakhir ini tidak ada disebutkan di web tapi petugas di konsulat minta data tersebut
  4. Uang Rupee sulit ditemukan di Indonesia, lebih baik bawa mata uang asing seperti US$, ditukar di bandara kuala lumpur atau India secukupnya untuk bayar taxi/transportasi, selebihnya bisa tukar di money changer di kota atau tarik di ATM.
  5. Baju dan keperluan lain-lain

KOLKATA

Pesawat AirAsia mendarat di Netaji Subhash Chandra Bose International Airport, Kolkata jam 18.00 akibat delay dari KL setelah menempuh perjalanan selama 3 jam 50 menit. Bandaranya tidak terlalu besar, setelah urusan imigrasi selesai langsung menuju taxi kuning yang sudah ada di depan pintu keluar bandara. Taxi India sangat unik, model lama, bodi kecil dan tidak ber AC tapi yang penting sangat murah. Perjalanan dari bandara Kolkata ke kota tempat penginapan dengan durasi hampir 1 jam hanya Rs 200 atau sekitar Rp 40.000 (Kurs Rs 1  = Rp 200).

Tempat penginapan di Sunflower Guesthouse selama di Kolkata. Guesthouse ini bersih dan nyaman lengkap dengan AC dan TV yang semua channel isinya berita seputar India, sinetron India dan gosip selebiriti bollywood.

Sewaktu sampai di Kolkata adalah hari terakhir festival Dewi Durga (dewi yang banyak lengannya), perayaan ini khusus dirayakan oleh orang Bengal. Rani Mukherji adalah orang Bengal jadi dia termasuk ikut mudik untuk perayaan ini. Biasanya boneka-boneka (ogoh-ogoh) dewi Durga akan dilarung ke sungai.

Esok harinya perjalanan di Kolkata dimulai. Jalanan di kolkata tidaklah sesibuk yang dibayangkan. Trotoar sangat lebar, ini juga yang bikin orang India termasuk kami senang berjalan kaki disana, hal yang sangat sulit dilakukan di Medan atau Indonesia. Kami sempat bertanya-tanya orang India yang hampir 1 milyar pada kemana ? Sistem transportasi di sana ternyata sangat bagus dan lengkap dan hampir ada ke semua jurusan (bus besar dan kereta api merk Tata produksi dalam negri), mobil pribadi jarang dan yang ada umunya buatan Tata, pemerintah India benar-benar menyediakan sarana yang lengkap bagi warganya dengan harga yang sangat terjangkau. Komuter adalah hal yang umum di sana. Dan bukan hanya bus, bajaj dan kereta api ternyata tram juga ada di Kolkata. Yang tidak nyaman (mungkin hal yang umum di kebanyakan di negara berkembang) yang punya mobil atau kendaraan sepertinya lebih merajai jalanan, sibuk klakson supaya orang minggir :(

Tempat yang pertama yang kami kunjungi Victoria Memorial Park. 
Masuk dengan membeli tiket. Harga tiket masuk orang asing berbeda dengan harga tiket untuk lokal (lebih dari 10x lipat)

Esok harinya ke tempat yang sangat dikenal dunia jika mendengar nama Kolkata yaitu  Missionaries of Charity Mother Theresa. Tempatnya sederhana agak masuk gang. Masuk tidak bayar alias gratis. Hanya

diperbolehkan masuk ke ruangan Mother Theresa’s Tomb dan ruangan tentang perjalanan hidup Mother Theresa dan pelayanannya di Kolkata, sedangkan kamar Mother Theresa yang kecil dan sederhana ditutup dengan pintu besi tapi bisa dilihat dari luar.

Selama disana selain berjalan kaki biasanya kami naik taxi dengan terlebih dulu menanyakan harga pada sang supir. Soal makanan umumnya restoran menyediakan Nasi Briyani, Tika Ayam atau daging kambing, roti, kari  dan makanan vegetarian dan tak lupa minuman khas India Chai – teh susu dan Lassi – sejenis youghurt buatan sendiri. Hanya satu aja yang kami nggak tahan, sanitasi disana sepertinya bermasalah, lebih baik cari toilet sewaktu makan di restoran atau pulang ke penginapan dulu. Toko buku yang terkenal Oxford Book Strore bisa ditemui baik di Kolkata maupun Delhi. Buku yang dijual berbahasa Inggris, kalau yang cetakan India biasanya lebih murah.

Tidak seperti Indonesia dimana-mana ada mall, di Kolkata kami hanya menemukan satu saja bahkan di New Delhi tidak bisa kami temukan. Di India untuk membeli segala sesuatu ada di pasar, mau beli bumbu makanan, teh (yang ini jadi oleh-oleh), kosmetik, baju hingga toko Levis ada di pasar mereka sepertinya pemerintahnya masih memprotek usaha-usaha kerakyatan. Tidak ada Circle-K atau Indomart yang ada hanya kios-kios kecil.

VARANASI

Sebelum berangkat ke India sudah booking/beli tiket Kereta api dari web http://www.

cleartrip.com/trains/ , untuk tiket Kolkata-Varanasi yang kami beli status tiket masih waiting list dan akan muncul chart-nya 2 jam sebelum keberangkatan kereta api. Seandainya tiket tersebut kita batalkan, cancellation fee nya sangat kecil.Dua (2) jam sebelum jadwal keberangkatan kereta kami cek via sms dan balasan sms isinya nomor kursi/tempat tidur tiket (perjalanan malam hari 13 jam 45 menit naik Doon Express) dan table ini ditempel juga di papan jadwal dekat jalur kereta tersebut.

                                                       Suasana dalam kereta,

Tiba di Varanasi Jam 10.20 pagi dan dan dijemput oleh pihak penginapan Ganpati Guesthouse karena perjalanan berikutnya menuju penginapan harus lewat gang sempit yang kemudian membuat kami shock melihat kondisi di sekitar gang. Gangnya sendiri becek bercampur dengan kotoran terutama sapi dan air seni. Penginapan letaknya di tepi sungai Gangga. Makan siang di guesthouse, jalan-jalan sebentar dan malam harinya ada upacara di tepi sungai gangga.

Besok pagi hari jam 6.00 menyusuri sungai gangga dengan perahu yang sudah disewa. Setiap pagi selalu ada ritual mandi. Sungai gangga warnanya keruh, kotor atau tidak bagi penganut hindu India sungai Gangga itu suci. Aktifitas seperti mandi, cuci baju, mandikan sapi adalah hal yang biasa dilakukan di sungan Gangga.

Pembakaran jenazah juga dilakukan di tepi sungai, sewaktu kami lewat sedang ada pembakaran jenazah, tidak diperkenankan memotret kegiatan ini.

Siang harinya saya memutuskan untuk tinggal di guesthouse saja. Temanku pergi jalan-jalan sekitar varanasi dan mengunjungi universitas di sana. Gedungnya sangat sederhana, begitulah India yang lebih penting bagi mereka adalah fungsinya, buku-buku disana mudah ditemukan dan murah, kami tidak kesulitan menemukan toko buku Osxford di Kolkata dan Delhi. Buku bahasa Inggris yang dicetak di India harganya murah.
Ada nggak ya papan informasi di kampus Indonesia seperti ini ya :)
Sederhana tapi informatif.
AGRA
Perjalanan selanjutnya ke tempat yang paling terkenal di India bahkan sudah menjadi ikon wisata dunia India yaitu Taj Mahal. Perjalanan kereta malam dari Varanasi ke Agra sekitar 10 Jam. Tiket yang kami beli via  internet yang ada tempat tidurnya. Kereta ini akan stop di beberapa stasiun, di satu stasiun perhentian tiba-tiba kami terbangun, gerbong kami atau tepatnya ‘kompartemen’ kami dimasuki bapak-bapak berseragam tentara dan beberapa berbaju katun putih. Waktu itu aku pikir mereka sedang mencari teroris atau penjahat. Yang berbaju seragam ada kira-kira 4 orang lengkap dengan senapan laras panjang, seorang bapak tua beruban berpakaian baju katun putih duduk persis di tempat tidur kosong satu-satunya di kompartemen kami, sementara temanku yang tidur di atas tempat tidur si bapak serius memperhatikan koper si bapak di buka yang isinya baju katun putih khas pakaian lelaki India (sangat sederhana). Kompartemen kami isinya 6 tempat tidur, penghuninya 3 cewek Indonesia, 2 cewek Jepang, 1 bapak India. Kompartemen kereta India tidak mempunyai pintu hanya ditutupi kain gorden saja. Kembali ke rasa penasaran siapa gerangan yang masuk ke dalam kereta membuat kehebohan kecil ini, rasa was-was tidur sepanjang malam masih ada di benak saya, 2 orang berpakaian seragam berdiri persis di samping tempat tidurku. Esok harinya menjelang stasiun Agra, baru kami tahu kalau si Bapak tua adalah anggota kongres partainya Sonya Gandhi…oohhhhhhh. Setelah dipikir-pikir salut juga kami melihat kesederhanaan mereka, naik transportasi umum di antara penumpang biasa (mungkin sudah sengaja dicari kompartemen yang isinya cewek dan turis demi keamanan).
Temanku yang tempat tidurnya di atas tempat tidur Bapak kongres kami ledekin ‘ hebat juga ya tidur di atas tempat tidur anggota kongres India heheheh’.

Sampai di stasiun Agra Cantt, naik taksi menuju penginapan di daerah Agra. Pemilik taksi menawarkan perjalanan untuk mengantar ke Fatehpur Sikri, kami setuju untuk dijemput siang harinya. Guesthouse Sidharta tempat kami menginap sangat dekat dengan komplek Taj Mahal, cukup hanya berjalan beberapa menit saja. Setelah urusan check ini, makan siang dan menyerahkan baju untuk laundry selesai, kami melanjutkan perjalanan ke Fatehpur Sikri, perjalanan lebih dari 1 Jam, dilanjutkan naik bajaj ke arah atas ditemani guide.
Tempat ini sebagai pusat kerajaan Raja Mughal (kakeknya Syah Jehan pendiri Taj Mahal).
Besok paginya beli tiket masuk ke Taj Mahal Rs 750 kira-kira Rp 150 ribu, mahal juga ya untuk sekedar tapi melihat bangunan yang isinya hanya makam saja, tetapi cerita di balik pembangunan ini yang berkesan.

Pemerintah India sadar betul akan pamor Taj Mahal ini di dunia apalagi semenjak masuk menjadi 7 Keajaiban dunia, orang datang ke India tanpa melihat Taj Mahal rasanya tidak sah. Satu hari bisa ribuan yang datang mengunjungi tempat ini.

Kira-kira 2 km dari Taj Mahal terdapat Agra Fort tempat pemerintahan para mughal.
Di luar Agra fort banyak anak-anak menawarkan jualan foto-foto postcard Agra fort, Taj Mahal dan wista lainnya di India harganya antara Rs 10 – Rs 20.
Pulang ke guesthouse untuk istirahat dan sambil menunggu laundry baju kami diambil, kami berbincang-bincang dengan sang manager guesthouse, dia berasal dari daerah pinggiran India dan sudah bekerja hampir 20 tahun. Karena teman saya pakai kerudung, dia bertanya apa sebutannya kerudung di negara kami. Dia menunjukkan kalung benang merah yang menunjukkan kalo dia Hindu. Menurut sang manager, cara berpakaian India yang benar itu seperti yang ditunjukkan Sonia Gandhi, kepala tetap ditutupi dengan sari. Dan diakhir perbincangan dia menyanyikan lagu India…heheheheheh, isi liriknya sangat menarik tentang cewek berkerudung yang duduk di antara banyak laki-laki dan diam-diam memperhatikan para lelaki dari balik kerudungnya…ada-ada aja ya.
About these ads
 
33 Comments

Posted by on February 23, 2012 in TRAVELLING

 

Tags: , , ,

33 responses to “Jalan – Jalan ke India

  1. Diana

    November 18, 2012 at 10:09 AM

    Hai mbak, Kalo nanya2 lebih lanjut soal trip ke kalkota bisa nggak?

     
    • arta ulina

      November 21, 2012 at 11:48 AM

      Silahkan mbak Diana, moga2 aku bisa membantu :)

       
  2. Rozy

    December 28, 2012 at 6:36 PM

    Halo mbak, mau tanya2 dong. saya sudah booking 5 tiket kereta, 3 pending, di tulisan mbak bilang kalo tiket mbak juga waiting list tp tetep bisa jalan. itu gimana ya mbak? gambling-kah atau bagaimana? misalnya 2 jam sebelum keberangkatan kereta saya ngga ada di chart jdnya bagaimana mbak? terima kasih ya mbak, agak stress gini saya hihi.

     
    • arta ulina

      December 28, 2012 at 7:16 PM

      Hi rozy, ambil tiket kelas apa dan nomor waiting listnya udah ke berapa ?
      Kalo kami dulu ambil ac sleeper, hanya ada 2 gerbong ini, waiting list tiket kami kalo nggak salah no 12,13,14. Kami jg waktu beli tiket ini belum yakin apa nantinya dapat tempat atau tidak tp setelah baca review di internet kalo umumnya waiting list itu selalu dpt tempat. Karna ternyata waiting list di kreta india tdk slalu brarti semua tempat habis dibooking.
      semoga tdk khawatir lagi :)

       
  3. Rozy

    December 28, 2012 at 8:16 PM

    oh 12, 13, 14 itu urutan antreannya ya mbak? itu yg W -7 itu bukan sih mbak? (saya pergi berdua jd W-7 dan dibawahnya W-8)

    ini urutan tiket2 waitlist saya, mbak :
    Howrah Junction (HWH) — Varanasi Junction (BSB) AC 3 Tier (3A) = WL – 2 / WL – 3
    Varanasi Junction (BSB) — Agra Fort (AF) AC 3 Tier (3A) = WL – 7 / WL – 8
    New Delhi (NDLS) — Mumbai Central (BCT) AC 2 Tier (2A) = WL – 8 / WL – 9

    oooh gitu mbak, kalo ngga ngerepotin, pgn minta gambaran pas mbak nyerahin print-an tiket yg masih waitlist itu mbak,hehe. petugasnya liat itu waitlist, responnya gmn?? maaf mbak kalo bawel, ngga nyangka aja seribeut ini mau backpackingan.

     
  4. arta ulina

    December 29, 2012 at 9:27 AM

    No waiting list kami waktu itu WL-12, WL13,WL14 utk kelas AC 2 Tier.
    Di dalam kreta kami hanya menunjukkan bookingan tiket waiting list itu krn petugasnya hanya mau liat bukti tiket dgn mencocokkan nama di tiket dgn chart yg dipegangnya.
    Semoga membantu :)

     
  5. sokaxocasoka

    April 21, 2013 at 6:34 AM

    Hi mbak, buget kira2 abis berapa semuanya? Hehehe klo masi inget….

     
    • arta ulina

      April 21, 2013 at 8:05 PM

      @soka Budget tdk termasuk tiket pesawat dan kereta malam, utk 10 hari aku hanya tukar $300, oleh2 hanya beli teh, masih ada sisa dikit. Jadi kira-kira 3 juta rupiah :)

      @putry : nggak perlu test kesehatan, yg penting bawa masker hidung krn di sana terutama di Delhi bnyk debu krn wilayahnya dekat gurun, bnyk minum air putih aja disana dan terakhir enjoy :D

       
  6. putry

    April 21, 2013 at 12:18 PM

    haii bang arta,, selan pertanyaan budget dr mbak soka,, kira2 ke india kita perlu melakukan tindakan medis dulu gk? seperti kalau ke arab dan afrika
    thanks before mbak

     
  7. putry

    April 21, 2013 at 12:19 PM

    *mbak

     
  8. asoka

    April 22, 2013 at 1:56 PM

    oh gitu.. okey mbak, btw kita rencanannya hanya sehari saja di Kolkata dan mungkin sore ( saya liat jadwal kereta) akan di lanjutkan ke Agra, suggest dong mbak di Agra meding turun di stasiun mana? untuk kebersihan dan atas nama higienis toilet di kereta gmn yah?. boleh minta nama penginapan di agra mbak?? maaf banyak banget pertanyaannyaaaaa…..:D

     
    • arta ulina

      April 22, 2013 at 2:47 PM

      Di Agra kami turun di stasiun Agra Cantt, naik taxi ke penginapan di daerah Taj Mahal. Nama penginapannya Hotel Sidharta (sekelas hostel tapi nyaman), dekat banget dengan Taj Mahal. Booking dari hostelbookers.com.
      Kalo kebersihan toilet kereta India, lumayan kok. Seperti toilet Argo Gede juga. Saya agak lupa tapi seingat saya tidak ada masalah dengan toilet kereta, apalagi kalo kita naik gerbong sleeper :)

       
  9. putry

    April 22, 2013 at 2:30 PM

    Dear mbak arta.. thank you mbak tips nya.sama mau tanya satu lg ahhaha, kata temen2 aku kl kesana bahaya untuk female traveler. Menurut km mbak gmn?

    @asoka.. hi mbak, mw ke india juga ya? Rencana kapan dan dpt tiket dgn harga brp?

     
    • arta ulina

      April 22, 2013 at 2:52 PM

      Dear putry, mungkin karna ada berita di TV akhir2 ini ttg keamanan female traveler di India, tak dipungkiri membuat agak keder semangat :).
      Tapi sejauh pengalaman saya bersama 2 orang teman cewek tidak ada masalah. Orang India disana lebih fokus dengan urusannya masing2, kalo disapa atau ditanya mereka akan membantu, paling kalo kita ke pasar cowok2 sales pakaian sering menawarkan kita untuk singgah ke toko mereka dan walaupun udah kita bilang nggak mau, terus saja diikutin :)

       
  10. sokaxocasoka

    April 22, 2013 at 4:22 PM

    @mbak artha : menurut mbak worthed ga sih ke Sungai Gangga?? kok keliahatannya kumuh sekali yah? oh iya mbak top destinasi saya dan teman2 adalah Kolkata – Agra – Delhi – Leh tapi mungkin Delhi menurut beberapa blog yang saya baca kurang begitu menarik, dengan jalur yg saya rencanakan itu mepet banget ga kalo misalnya mlipir ke Varanasi dulu thx.

    @putry hi putry… iya rencana oktober tahun ini (insya Allah). tiketnya belummm… ini masih kumpulin info semuanyaa.. karena ada beberapa destinasi yang perlu didiskusikan lagi dgn teman (hahahaha jalurnya kebalik yah! orang biasanya dapet tiket dulu)

     
    • arta

      April 22, 2013 at 5:01 PM

      Sungai Gangga sgt identik dengan India, jadi kalo penasaran tak ada salahnya ke sana. Memang kondisinya sangat beda dengan kota lain, tidak nyangka akan melalui gang sempit dan kumuh, ketemu sapi dan banyak ‘kejutan’ lainnya :), yg dilihat juga nggak banyak, hanya sungai saja.

      Di Delhi jg nggak banyak, paling kami mengunjungi museum, Humayun Tomb, taman mahatma gandhi dan India Gate yang di tengah kota. Untuk melihat peninggalan bersejarah jaman mughal terpusat di Agra.

      Jadi perjalanan kami waktu ke India dulu, masih melihat ‘basic’ India (kolkata, s.gangga dan Taj Mahal). Mbak Soka masih punya waktu lama utk searching dan membandingkan tempat yg menarik utk dikunjungi di India. Tapi Agra tetap is a must (Taj Mahal kalo belum dikunjungi tak sah udah ke India, heheheheh)

       
      • asoka

        April 22, 2013 at 10:48 PM

        Oh pastinya harus ke Taj Mahal, biar mama saya percaya klo saya beneran ke India hahahaha. Makasih ya mbak pencerahannya….nanti saya tanya2 lagi huahahahaha. Ditunggu tulisan2nya yg lai…..

         
      • arta ulina

        April 23, 2013 at 8:52 AM

        oke mbak soka, good luck untuk rencananya ke india :)

         
  11. wini agustini

    June 26, 2013 at 7:58 AM

    Pengen ke india bareng suami, liat taj mahal..

     
    • arta ulina

      June 26, 2013 at 9:08 AM

      Wah bakalan jadi pengalaman menarik kalo bisa ke sana mbak :)

       
      • nufi

        July 4, 2013 at 8:49 AM

        mbak kira2 kalau ke calcutta saja habisnya berapa ya untuk transport jakarta-calcutta?

         
  12. arta ulina

    July 9, 2013 at 11:59 AM

    @nufi : kami ke kalkuta dr medan. Jd beli tiket murah dr KL ke Kolkata. Seingat saya tiket pp dr indonesia ke india tidak sampai Rp 2 juta (promo)

     
  13. apri grecwin

    July 14, 2013 at 11:05 AM

    Salam kenal, Sis
    Mau tanya urus visa India di Medan dunk
    1. Alamatnya dimana ya?
    2. Bukanya dari jam berapa sampe jam berapa?
    3. Untuk visa multiple bayar berapa?
    Makasi atas jawabannya

     
  14. nisa

    July 16, 2013 at 12:45 PM

    test

     
  15. nisa

    July 16, 2013 at 12:50 PM

    hi Artha,
    thanks a lot sudah sharing tentang India sangat bermanfaat sekali, aku rencana berangkat bulan September dan sendirian karena temanku tiba2 cancel mendadak karena parno ketakutan dengar berita tv, ada rekomendasi hotel dan transportasi yang aman bagi solo female traveller seperti saya nanti? aku juga lagi cari teman yang mau berangkat bareng, mohon bantuannya ya..
    many thanks
    nisa

     
    • arta ulina

      January 21, 2014 at 1:22 PM

      maaf nggak bisa langsung jawab waktu itu. Jadi ke India ?
      Setahu saya untuk alamat penginapan seperti di booking.com atau hostebookers.com aman2 saja. apalagi kalo dekat daerah wisata/banyak turis, nggak masalah :)

       
    • pemilian

      February 23, 2014 at 4:14 AM

      Hi nisa saya Pemi :-)
      Saya ada niat jalan2 ke india juga kalo bisa bareng yuk kalo setuju email saya yah pemilianomita@yahoo.com

       
  16. ita

    January 21, 2014 at 10:58 AM

    alamat kedutaan di medan di daerah mana ya mbak?

     
  17. renny

    March 9, 2014 at 5:05 AM

    law dari palu..ngurus visanya gimana? trus pengennya ke rajashtan….budgetx brpaan mbag?bagi info..q lum prnah jaln ke luar negri coalx…….

     
  18. nuryatiningsih

    March 24, 2014 at 11:44 PM

    hallo mas ardi.. boleh tanya?
    sy rencana bln oktober 2014 nanti ke kolkatta…. sy ingin travel ke sana.. sendiri.. nah.. semenjak 2 bln lalu sy cari info di google sampe ikut komunitas backpaker.. masih aja blm paham.. maklum pertama kali mw ke luar negri..

    apa tiket promo itu bener? (nanti bs tambah harga lg hehe)
    sy bingung beli tiketnya dimana.. dari jakrta ke malaysia ( ada) (di online.. tp ga bs aksesnya) terus yg dari malysia ke kolkatta itu.. (sama ga caranya)
    apa bener klw ke india di taanya tiket kepulangannya?

    kalau sy di indianya waktu ga menentu di sana.. karena masih ingin berlama-lama… itu gmn caranya?
    tolong kasih penjelasannya yg cara beli tiket itu ya,, mas ardi..
    karena nanti travel jg ga bw laptop..

     
  19. Dyah Harnum

    May 4, 2014 at 11:53 PM

    Hallo nuryatiningsih.sdh beli tiket utk bln oktober?,saya jg minat,mbak…hy sj,sy blm pernah naik pesawat yg promo,mbk.jika mbak berkenan,kita sama2 bagaimana,mbk?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: